Dinas Lingkungan Hidup

PENERBITAN IZIN PENGUMPULAN DAN PENYIMPANAN SEMENTARA

LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LB3)

 

DEFENISI :

  • Limbah bahan berbahaya dan beracun, disingkat Limbah B3, adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3 yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain;
  • Pengumpulan limbah B3 adalah kegiatan mengumpulkan limbah B3 dari penghasil limbah B3 dengan maksud menyimpan sementara sebelum diserahkan kepada pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3;
  • Penyimpanan adalah kegiatan menyimpan limbah B3 yang dilakukan oleh penghasil dan/atau pengumpul dan/atau pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3 dengan maksud menyimpan sementara.

 

DASAR HUKUM :

  1. Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
  2. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3815) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999;
  4. Keputusan Kepala Bagian Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor Kep-01/Bapedal/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun; Kep-02/Bapedal/09/1995 tentang Dokumen Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun; Kep-04/Bapedal/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Kep-05/Bapedal/09/1995 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

MEKANISME PENERBITAN IZIN PENGUMPULAN DAN PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN :

  1. Pemohon/Pemrakarsa kegiatan/usaha mengajukan Surat Permohonan penerbitan Izin Penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun kepada Bupati   Kabupaten Bogor melalui Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, dengan kelengkapan dokumen sesuai format Lamp. 1 Peraturan Bupati Bogor No 74 tahun 2009

 

  1. Keterangan tentang Pemohon;
  2. Keterangan tentang Perusahaan;

Amdal / UKL & UPL

  1. IMB
  2. Izin Lokasi
  3. SIUP
  4. HO
  5. Data minimal yang harus dilampirkan;
  6. Keterangan tentang lokasi
  7. Jenis-jenis limbah B3 yang akan dikelola
  8. Jumlah limbah B3
  9. Karakteristik perjenis limbah B3 yang akan dikelola
  10. Tata letak penempatan limbah di tempat penyimpanan sementara
  11. Desain konstruksi tempat penyimpanan
  12. Lay out kegiatan
  13. Uraian tentang proses pengumpulan dan perpindahan limbah
  14. Surat kesepakatan antara pengumpul dan pengolah/pemanfaat/penimbun limbah B3
  15. Uraian tentang pengelolaan pasca pengumpulan
  16. Tata letak saluran drainase
  17. Lingkup area kegiatan pengumpulan
    • Tim Verifikasi Teknis memeriksa dan memverifikasi persyaratan/kelengkapan administrasi yang disampaikan.  
    • Berkas permohonan yang sudah memenuhi persyaratan/kelengkapan administrasi akan dijadwalkan untuk verifikasi/peninjauan lapangan terhadap kelayakan teknis lokasi TPS LB3 yang dimohon.

 

  • Tim Verifikasi Teknis mengirim surat pemberitahuan jadwal verifikasi/peninjauan lapangan kepada pemohon 2 (dua) hari sebelum jadwal verifikasi/peninjauan lapangan.

 

  • Pelaksanaan verifikasi/peninjauan lapangan oleh Tim Verifikasi Teknis sesuai dengan pedoman format Lamp. 2 Peraturan Bupati Bogor No 74 tahun 2009
  • Tim Verifikasi Teknis membuat masukan dan saran teknis yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani kedua belah pihak yaitu Tim Verifikasi Teknis dan pemohon.
  • Pemohon melakukan perbaikan dan menyempurnakan kelayakan teknis TPS LB3 sebagaimana yang ditetapkan dalam Berita Acara Pemeriksaan paling lama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak hari dan tanggal Berita Acara Pemeriksaan ditandatangani.
  • Pemohon melaporkan perbaikan dan kelengkapan yang telah dilakukan kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor cq. Tim Verifikasi Teknis.
  • Tim Verifikasi Teknis melakukan verifikasi/peninjauan lapangan kembali.
  • Tim Verifikasi Teknis melakukan pemrosesan keputusan penerbitan atau penolakan Izin max 45 (empat puluh lima) hari kerja sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dan secara teknis dinyatakan telah memenuhi persyaratan.
  • Penerbitan Surat Izin Penyimpanan Sementara LB3 oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup.
  1. Keterangan tentang lokasi
  2. Jenis-jenis limbah B3 yang akan dikelola
  3. Jumlah limbah B3
  4. Karakteristik perjenis limbah B3 yang akan dikelola
  5. Tata letak penempatan limbah di tempat penyimpanan sementara
  6. Desain konstruksi tempat penyimpanan
  7. Lay out kegiatan
  8. Uraian tentang proses pengumpulan dan perpindahan limbah
  9. Surat kesepakatan antara pengumpul dan pengolah/pemanfaat/penimbun limbah B3
  10. Uraian tentang pengelolaan pasca pengumpulan
  11. Tata letak saluran drainase
  12. Lingkup area kegiatan pengumpulan

 Gratis

2017 © Dinas Lingkungan Hidup